ketua LPTQ Maluku Kasrul Selang Mengatakan Pawai Ta’aruf yang mengambil titik start di depan Balai Kota Semarang tersebut dilepas langsung oleh Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M., yang ditandai dengan pengibaran bendera start.
Kasrul mengatakan, LPTQ Provinsi Maluku bersama rombongan tampil penuh semangat dengan mengenakan Baju Cele, busana tradisional yang menjadi salah satu identitas budaya masyarakat Maluku. Kehadiran mereka tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan MTQ Nasional, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya Maluku kepada masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam tradisi MTQ, Pawai Ta’aruf memiliki makna sebagai sarana syiar, ungkapan kegembiraan, sekaligus momentum untuk saling mengenal. Secara harfiah, ta’aruf berarti saling mengenal. Karena itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun kebersamaan dan mempererat persaudaraan antarkafilah.
Keikutsertaan LPTQ Maluku dalam pawai tersebut mencerminkan semangat untuk menjadikan MTQ Nasional bukan hanya sebagai ajang kompetisi dalam membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat ukhuwah wathaniyah, persatuan, serta kecintaan terhadap keberagaman budaya Indonesia.
Dengan membawa identitas budaya Maluku, LPTQ Maluku turut menunjukkan bahwa keberagaman merupakan kekuatan dalam membangun persaudaraan dan persatuan bangsa. (MTN)
