Persiapan Kafilah Maluku Capai 90 Persen Menjelang MTQ Nasional di Sema
AMBON — Persiapan Kafilah Provinsi Maluku menuju Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional yang akan berlangsung pada 12–20 September di Semarang, Jawa Tengah, telah mencapai 90 persen.

Ketua LPTQ Maluku, Kasrul Selang, kepada media mengatakan bahwa total rombongan yang diberangkatkan berjumlah 55 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 34 peserta yang bertanding di berbagai cabang lomba, 1 Dewan Hakim Nasional atas nama Maryam Hakim, 8 pelatih, 8 pendamping, serta 4 pengurus LPTQ. Ketua MUI Maluku, Prof. Dr. H. Abdullah Latuapo, juga dipastikan hadir mendampingi rombongan untuk memberikan dukungan moral.
Mengenai skema keberangkatan, kata Kasrul, sebanyak 13 peserta yang saat ini berada di Jakarta akan bergabung dengan rombongan asal Ambon di Bandara Soekarno-Hatta pada 11 September, sebelum terbang bersama menuju Semarang. Sementara itu, ujar Kasrul, peserta dan pendamping dari kabupaten/kota di Maluku mulai berkumpul di Ambon sejak 9 hingga 10 September, lalu dijadwalkan bertolak ke Semarang pada 11 September pagi. Rombongan diperkirakan mendarat di Semarang sekitar pukul 08.00 WIB.
Selama di Semarang, rombongan akan mengikuti serangkaian agenda resmi yang dimulai pada 12 September pagi, meliputi Pawai Ta’aruf, pendaftaran ulang, pengambilan nomor tampil, dan penarikan maqra. Pembukaan MTQ Nasional dijadwalkan berlangsung pada 12 September malam dan dibuka oleh Presiden, dilanjutkan dengan parade defile kontingen, sedangkan babak perlombaan dimulai pada 13–14 September.
Menurut Kasrul, seluruh kebutuhan logistik—seperti akomodasi, transportasi, dan konsumsi—telah disiapkan melalui koordinasi dengan Liaison Officer (LO) dari Satpol PP Provinsi Jawa Tengah. Panitia juga menyediakan armada bus dan kendaraan operasional untuk mendukung kelancaran mobilitas kafilah selama kegiatan.
Pengurus LPTQ Provinsi Maluku menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda Maluku, para Bupati/Walikota, Kanwil Kemenag Maluku beserta jajaran Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, serta jajaran instansi terkait—termasuk Polres Seram Bagian Timur, pihak sekolah, dan perguruan tinggi—atas seluruh dukungan moril maupun material yang telah diberikan. (MTN)