Ambon — Jemaat GPM Bethabara melalui Panitia HUT Wadah Pelayanan Laki-Laki dan Perempuan, Minggu sore (19/09), menggelar sosialisasi budidaya tanaman hortikultura dan pembagian bibit hortikultura secara gratis kepada warga Dusun Kayu Tiga, Desa Soya, Kota Ambon.
Sosialisasi tersebut melibatkan tenaga penyuluh pertanian dari Kementerian Pertanian melalui BPP Airlouw Ambon, di antaranya Alex Henderik, SP., dan Ratna Dwi Susanti, serta Ibu Zaimah dan Ibu Feby dari Yayasan Bina Tani Sejahtera.
Ketua Panitia HUT Laki-Laki dan Perempuan Jemaat GPM Bethabara, Tinus Latumahina, mengatakan sosialisasi budidaya hortikultura ini diharapkan menjadi stimulan atau rangsangan kepada warga Dusun Kayu Tiga untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sarana budidaya serta lahan yang tersedia untuk menanam tanaman hortikultura, seperti tomat, cabai, dan terong.
Panitia bekerja sama dengan berbagai pihak menyediakan bibit tanaman cabai, terong, dan tomat, kemudian membagikannya secara gratis kepada warga. Hal tersebut dilakukan dengan harapan melalui sosialisasi ini, warga termotivasi untuk membudidayakan tanaman tersebut dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah.
“Walaupun ini dalam skala kecil, namun jika dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, paling tidak dapat membantu memenuhi kebutuhan dapur masing-masing warga,” kata Latumahina.
“Kami berharap kegiatan ini dapat berkesinambungan, sehingga menjadi perhatian gereja untuk nantinya di tahun mendatang dapat masuk dalam program gereja,” ujarnya.
Karena itu, pihaknya juga telah mengusulkan melalui para penyuluh pertanian agar kegiatan tersebut dapat diprogramkan melalui Kementerian Pertanian.
Menyikapi hal tersebut, Alex Henderik mengakui Kementerian Pertanian sangat merespons positif dengan tetap dan rutin melakukan penyuluhan kepada warga untuk membudidayakan tanaman hortikultura.
Ia menjelaskan, tidak hanya penyuluhan dan sosialisasi, pemberian bibit dan pupuk pun dapat disediakan serta diberikan pemerintah kepada masyarakat.
“Yang penting masyarakat mau dan serius mengembangkan potensi yang ada untuk bertani dengan memanfaatkan lahan yang tersedia untuk budidaya tanaman hortikultura, mulai dari proses pembibitan hingga penanaman, serta mengajarkan cara mengatasi hama,” jelasnya.
“Intinya, untuk skala kecil, termasuk pekarangan rumah, kami siap membantu masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, selain dibutuhkan adanya kelompok tani, untuk skala besar, selain ketersediaan lahan, masyarakat juga harus serius untuk bertani. “Pekarangan adalah sarana uji coba,” kata Alex. (MTN)
