Sebanyak 376 kafilah tersebut berasal dari Kota Ambon sebanyak 42 kafilah, Maluku Tengah 46 kafilah, Maluku Tenggara 43 kafilah, Kabupaten Buru 40 kafilah, Kepulauan Tanimbar 33 kafilah, Kepulauan Aru 20 kafilah, Kabupaten SBB 34 kafilah, Kabupaten SBT 35 kafilah, Kabupaten Buru Selatan 25 kafilah, Kabupaten Maluku Barat Daya 10 kafilah, dan Kota Tual sebanyak 48 kafilah.
Gubernur mengajak seluruh umat Islam menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman membangun akhlak, kehidupan damai, dan peradaban masyarakat. Menurutnya, MTQ menempati posisi strategis dalam pembangunan mental dan spiritual bangsa, karena kualitas moral menjadi penentu keberlangsungan sebuah peradaban.
“Penyair Mesir Ahmad Syauqi menyebut suatu bangsa akan tetap bertahan selama budi pekertinya terjaga dan akan runtuh ketika akhlaknya rusak,” ujarnya.
Lewerissa mengisahkan, banyak kerajaan besar dan tokoh dunia kehilangan kejayaan akibat kemerosotan moral. Karena itu MTQ tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan harus menghadirkan perubahan pola pikir dan karakter masyarakat menuju kehidupan yang lebih terbuka, rukun, damai, egaliter, dan multikultural.
“Nilai-nilai Al-Qur’an tidak cukup dibaca dan diperlombakan, tetapi perlu dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap kasih sayang, persaudaraan, keadilan, kejujuran, dan ketulusan,” tegasnya.
MTQ, lanjut Gubernur, bukan sekadar ajang membaca Al-Qur’an. Ajang ini adalah majelis yang menghadirkan kalam Allah dalam hati sehingga membentuk akhlak dan memperkuat kasih sayang antarsesama di Maluku.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Maluku sebagai daerah yang aman, damai, sejahtera, dan bermartabat dengan berpegang pada nilai-nilai agama, kebangsaan, dan kearifan lokal.
“Generasi muda perlu mewarisi kisah keteladanan, kebersamaan, dan karya para tokoh yang adil dan bijaksana, bukan cerita tentang kebencian dan kekerasan,” imbaunya.
Dia berharap MTQ melahirkan generasi Qurani yang memiliki kecerdasan intelektual, sosial, dan spiritual. Itu menjadi modal mewujudkan transformasi Maluku yang maju, adil, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045
Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Maluku Kasrul Selang mengatakan, MTQ merupakan agenda keagamaan tahunan yang digelar berjenjang mulai tingkat kecamatan hingga nasional.
Menurut Kasrul, MTQ tingkat provinsi bertujuan mengembangkan pemahaman Al-Qur’an sekaligus menyeleksi peserta terbaik yang akan mewakili Maluku pada MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Jawa Tengah, September mendatang.
“Peserta yang lolos pendaftaran dan verifikasi aplikasi e-MTQ mengikuti delapan cabang lomba, yakni seni baca Al-Qur’an, qiraat, hafalan Al-Qur’an, tafsir, fahm Al-Qur’an, syarh Al-Qur’an, seni kaligrafi Al-Qur’an, dan karya tulis ilmiah Al-Qur’an. Pelaksanaan lomba didukung 59 dewan hakim dan panitera yang bertugas di seluruh cabang dan golongan perlombaan,” kata Kasrul. (MTN)
