Sumber resmi di BPJN Maluku kepada media ini mengakui, perencanaan yang dilakukan Satker, pimpinan Yulet Yoris, untuk sejumlah paket proyek milik BPJN Maluku, amburadul dan tidak sesuai kondisi geografis wilayah proyek maupun kenaikan pada sejumlah harga satuan bahan baku.
Hal ini sebagai akibat, perencanaan tanpa turun lapangan, alias copy-paste dan ini sangat menimbulkan kerugian bagi para rekanan yang berujung pada protes sejumlah pengusaha di daerah ini, yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaaan paket proyek milik BPJN Maluku, ujar sumber itu
Dijelaskan, jika perencanaan abal-abal, maka sangat fatal dan berdampak ke kontraktor dalam penyelesaian pekerjaan serta sangat merugikan pengusaha, sehingga wajar jika pengusaha protes.
Tidak hanya itu, akibat perencanaan copy-paste, sejumlah paket proyek yang dibiayai melalui bantuan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), bernilai ratusan miliar rupiah , terancam macet dan merugikan pihak rekanan mitra BPJN Maluku.
Di Satker, akui sumber itu, ada tersedia dana cukup besar, untuk perencanaan, tapi tidak survei langsung, bahkan mereka berharap dari hasil survei awal tenaga lapangan milik kontraktor yang dijadikan bahan untuk membuat perencanaan.
Kondisi ini sudah berlangsung lama dan sengaja dibiarkan oleh Satker, sehingga kementerian diminta untuk segera melakukan evaluasi kinerja Satker Perencanaan BPJN Maluku yang tidak becus bekerja.
Sampai dengan berita ini diturunkan, Plt Kepala BPJN Maluku, David Samosir yang dihubungi via telepon maupun chat, tidak merespon. (MTN)
















