Dalam acara sosialisasi dan peluncuran yang dihadiri oleh perwakilan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), kemarin, pihak Bank Maluku Malut menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang dimotori oleh Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah, khususnya Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendagri.
Dirut BPD Maluku dan Maluku Utara, Syahrisal Imbar kepada wartawan mengatakan, dengan penerapan SIPD ini, seluruh sistem penerimaan maupun pembayaran di pemerintah daerah diharapkan dapat terdokumentasi secara digital tanpa menggunakan kertas sehingga proses transaksi dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kini dapat langsung disalurkan kepada penerima pembayaran dengan lebih efisien.
Menurutnya, Bank Maluku Malut sangat berterima kasih kepada Dirjen Keuangan Daerah, Agus Fatoni, serta Direktur Pelaksana dan Pembinaan Keuangan Daerah Kemendagri, Simon Saimima, yang telah memberikan pendampingan langsung. Kehadiran tim Kemendagri dinilai sangat membantu Provinsi Maluku agar dapat bersaing dalam implementasi SIPD, yang rencananya juga akan segera diluncurkan di tingkat pemerintah kota.
Sementara itu, Direktur Pelaksana dan Pembinaan Keuangan Daerah Kemendagri, Simon Saimima, menegaskan, Kemendagri terus mendorong Bank Maluku Malut selaku bank penempatan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) untuk terus berinovasi. Digitalisasi ini diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi pajak dan retribusi daerah.
Kemendagri juga memberikan apresiasi luar biasa atas performa keuangan Bank Maluku Malut. Berdasarkan data pertumbuhan tahunan, Bank Maluku Malut mencatatkan peningkatan laba hingga 35%, yang merupakan persentase kenaikan tertinggi untuk kategori bank daerah di Indonesia.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak bagi peningkatan pelayanan pemerintahan tidak hanya di Provinsi Maluku dan Maluku Utara, tetapi juga di seluruh tingkat kabupaten dan kota di wilayah tersebut. (MTN)
















