Kuat dugaan, dokumen perencanaan yang dibuat Satker Perencanaan BPJN Maluku, Yulet Yoris bersama personilnya, berantakan karena tidak turun lapangan, sehingga produk perencanaan yang dihasilkan, tidak sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar sumber resmi di BPJN Maluku kepada media ini, kemarin.
Akibat perencanaan yang amburadul ini, kontraktor pelaksana proyek, banyak yang berteriak, karena kesulitan dalam pelaksanaan pekerjaan dan ini juga penyebab utama sejumlah paket proyek milik BPJN Maluku yang terhambat penyelesaian.
Misalnya, Harga Perkiraan Sendiri (HPS), yang merupakan item penting dalam dokumen penawaran, diisi sesuka hati mereka. Biaya mobilisasi alat berat yang tidak sesuai, tidak adanya batu di Kuari setempat , sehingga kontraktor harus mendatangkan dari luar daerah yang tentunya membutuhkan waktu lama dan ini sangat mengganggu kelancaran pekerjaan di lapangan. ini beberapa contoh perencanaan yang asal-asalan di belakang meja, tanpa turun lapangan, tambahnya.
Perencanaan Copy-Paste ini sudah berlangsung lama di lembaga ini, padahal anggaran yang tersedia untuk menyusun perencanaan, miliaran rupiah, ujarnya.
Hal ini harus menjadi catatan penting dan bahan evaluasi bagi Plt Kepala BPJN Maluku, David Samosir, agar kedepan perencanaan yang di hasilkan Satker BPJN Maluku, tidak berantakan lagi. Dirinya mendukung langkah positif Plt Kepala BPJN Maluku, David Samosir yang meskipun baru beberapa pekan menduduki Jabatan Plt Kepala balai menggantikan Yana Astuti, dan kini rutin turun lapangan melihat langsung proyek.
Tentunya sejumlah kendala yang dihadapi kontraktor di lapangan, termasuk berkaitan dengan hasil perencanaan, bakal menjadi perhatian serius kepala balai. (MTN)


















