Ambon, Kementerian PUPR diminta segera mengganti atau menarik Ka. Satker Wilayah III pada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku ,David. M.Samosir, ST, MSc, karena sering bermasalah dan mendapat sorotan sejumlah media di daerah ini, karena uang.
Sumber resmi di BPJN Maluku kepada media ini mengungkapkan, semenjak di tempatkan sebagai Ka Satker Wilayah III yang meliputi Maluku Tenggara, Tual, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Aru dan Kabupaten Maluku Barat Daya, dengan alokasi anggaran APBN mencapai puluhan bahkan ratusan milyaran rupiah, David Samosir, sering bermasalah, bukan hanya soal fisik lapangan, tapi juga soal uang.
Menurutnya, hampir setiap tahun, ploting APBN dari Kementerian PUPR untuk pembangunan jalan dan jembatan di Wilayah III, mencapai Ratusan milyar, tapi setiap tahun hasil kerja David sering bermasalah.
Ini sudah menjadi buah bibir di Internal BPJN Maluku, bahkan di kalangan mitra usaha, Satker yang satu ini dikenal dengan julukan Satker Upeti, dengan modus meminta jatah dari PPK yang berada di bawah kendali dia sebagai Satker.
Modus ini sudah berlangsung lama, semenjak dia ditempatkan menjadi Satker Wilayah III beberapa tahun lalu, akui sumber itu dan menambahkan,.beberapa hari lalu, Satker yang satu ini, menjadi sorotan salah satu media online di daerah ini soal pembayar sewa mobil yang dipakainya namun tidak dibayarkan.
Sepak terjang satker satu ini memang luar biasa soal uang, yang pada akhirnya bermunculan tanggapan miring terhadap yang bersangkutan, jangan jangan kedatangannya ke Maluku selain ditugaskan dari negara. Kondisi ini dimanfaatkan untuk memperkaya diri. “Datang dari Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Ambon untuk rampok dan bawah ke luar” curiga sumber itu.
Sampai berita ini di turunkan, Satker Wilayah III BPJN Maluku, David.M Samosir, yang di hubungi fea Hp, tidak merespon. (MTN)








