Ambon – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan melalui program Sekolah Rakyat Tahap II yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Program ini bertujuan menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak dan modern bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
Secara nasional, pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II mencakup 100 lokasi di 32 provinsi dengan daya tampung yang direncanakan mencapai 122.000 siswa. Pelaksanaan pembangunan tersebut melibatkan sekitar 97.000 tenaga kerja lokal secara nasional.
Di Provinsi Maluku, pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II dilaksanakan di dua lokasi, yakni Kabupaten Maluku Tengah dan Kota Tual. Sekolah Rakyat di Kabupaten Maluku Tengah berlokasi di Kelurahan Holo, Kecamatan Amahai, dengan luas lahan 4,3 hektare. Sementara itu, Sekolah Rakyat di Kota Tual berlokasi di kawasan Desa Fiditan, Kecamatan Pulau Dullah Utara, dengan luas lahan mencapai 10 hektare.
Kedua lokasi tersebut dikembangkan sebagai kawasan pendidikan terpadu yang dirancang untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan bagi jenjang SD, SMP, dan SMA, termasuk penyediaan fasilitas pendukung bagi siswa dan tenaga pendidik.
Pelaksanaan pembangunan di kedua lokasi tersebut juga membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat melalui penyerapan tenaga kerja lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan konstruksi, jenis pekerjaan pembangunan fisik, serta keterampilan dan kemampuan teknis masing-masing pekerja.
Keterlibatan tenaga kerja lokal menjadi salah satu manfaat pembangunan infrastruktur bagi masyarakat. Selain membuka kesempatan kerja dan menambah pendapatan keluarga, aktivitas konstruksi turut mendorong perputaran ekonomi melalui kebutuhan material, penyediaan konsumsi pekerja, jasa transportasi, dan layanan pendukung lainnya.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang layak dan modern. Program ini juga menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat prasejahtera.
“Yang kita bangun bukan sekadar gedung sekolah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi penerus bangsa melalui akses pendidikan yang layak dan modern. Karena itu kualitas infrastruktur tetap menjadi prioritas utama,” tegas Menteri Dody.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Maluku, Conny Yulietha Lelapary, menyampaikan bahwa Pelaksanaan pekerjaan tetap memperhatikan persyaratan teknis, kualitas konstruksi, serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Sekolah Rakyat dibangun tidak hanya sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, tetapi juga sebagai kawasan pendidikan terpadu yang mendukung kebutuhan siswa selama mengikuti pendidikan.
Fasilitas yang dibangun dalam kawasan Sekolah Rakyat meliputi gedung pendidikan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, laboratorium, asrama siswa putra dan putri, rumah susun guru, kantin dan dapur, gedung serbaguna, tempat ibadah, serta fasilitas pendukung lainnya.
Kawasan sekolah juga dilengkapi sarana penunjang keamanan dan aktivitas siswa, antara lain sistem kamera pengawas atau CCTV, lapangan upacara, serta fasilitas olahraga berupa lapangan bola dan lapangan basket
Penyediaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi proses belajar mengajar. Kesiapan setiap fasilitas untuk digunakan tetap mengikuti hasil pemeriksaan, penyelesaian pekerjaan, dan ketentuan serah terima yang berlaku.
Peningkatan kapasitas Sekolah Rakyat juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Penyesuaian kapasitas menjadi 1.260 siswa dan fasilitas pada setiap lokasi dilaksanakan berdasarkan perencanaan serta kebutuhan penyelenggaraan pendidikan.
Dalam pelaksanaan pembangunan di Provinsi Maluku, Kementerian PU melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Maluku berkolaborasi dengan TNI AD untuk mendukung pelaksanaan dan percepatan pekerjaan konstruksi di Kabupaten Maluku Tengah dan Kota Tual.
Melalui pembangunan Sekolah Rakyat, Kementerian PU mendorong manfaat pembangunan infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan bangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
Di Provinsi Maluku, pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Maluku Tengah dan Kota Tual diharapkan dapat memperkuat dukungan infrastruktur pendidikan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.
Upaya ini sejalan dengan Sasaran Utama PU608, khususnya dalam mendukung pengentasan kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat.
















