banner 728x250
Daerah  

10 Kafilah Maluku Raih Nilai Tertinggi di MTQ Semarang

10 kafilah asal Maluku meraih nilai tertinggi pada ajang MTQ

banner 120x600
banner 468x60

Ambon — Sebanyak 10 kafilah asal Maluku mampu meraih nilai tertinggi pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Kota Semarang.

Plt. Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Maluku, Kasrul Selang, mengatakan kafilah Provinsi Maluku mencatatkan peningkatan capaian pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang. Perbaikan kualitas peserta terlihat dari meningkatnya jumlah kafilah yang mampu meraih nilai tinggi berdasarkan penilaian Dewan Hakim selama rangkaian cabang perlombaan berlangsung, Sabtu (19/9/2026).

banner 325x300

Kasrul Selang menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada peserta yang tampil, serta semua pihak atas perkembangan yang ditunjukkan para kafilah Maluku pada MTQ Nasional tahun ini.

“Ini menjadi sebuah kebanggaan bagi para kafilah dan tentunya bagi Pemerintah Provinsi Maluku. Tahun 2026 ini kita melihat adanya peningkatan yang cukup baik, terutama dari sisi kualitas penilaian yang diberikan oleh Dewan Hakim,” ujar Kasrul.

Ia menjelaskan, pada MTQ Nasional tahun 2026 terdapat 10 peserta kafilah Maluku yang berhasil memperoleh nilai di atas 90. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024, yang hanya terdapat empat peserta dengan capaian nilai serupa.

“Kalau tahun 2024 yang lolos dengan nilai di atas 90 sebanyak empat orang, Alhamdulillah tahun ini meningkat menjadi 10 orang. Ini menunjukkan adanya perkembangan dan kerja keras dari para peserta, pelatih, serta seluruh pihak yang terlibat,” ungkapnya.

Berdasarkan evaluasi internal LPTQ Provinsi Maluku, peningkatan juga terlihat pada distribusi peringkat peserta. Pada rentang peringkat 10 hingga 15, terdapat empat kafilah yang berhasil masuk, sementara pada rentang peringkat 16 hingga 20 terdapat lima peserta. Selain itu, sejumlah peserta lainnya berada pada posisi 21 hingga 35 besar di berbagai cabang lomba.

Kasrul mengakui, peningkatan kualitas MTQ Nasional dari tahun ke tahun membuat persaingan antaprovinsi semakin ketat. Nilai tinggi yang diraih peserta belum selalu menjamin masuk dalam posisi terbaik karena banyak daerah lain juga menunjukkan performa yang sangat baik.

“Kalau sebelumnya nilai 91 masih bisa masuk 10 besar, sekarang nilai tersebut belum tentu. Peserta yang menjadi juara memperoleh nilai sangat tinggi, bahkan mencapai 97 hingga 98. Artinya, persaingan semakin kuat dan kualitas MTQ Nasional terus meningkat,” jelasnya.

Meski demikian, ia menilai pencapaian kafilah Maluku tahun ini menjadi modal penting untuk pembinaan ke depan. Empat peserta yang berhasil masuk dalam rentang peringkat 10 hingga 15 besar, yakni Tilawah Remaja, La Ode Safiu pada cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, Fathiyah Az-Zahri Husein pada Tilawah Putri, serta Djoesan Kilewrey pada Mujawwad Putra Dewasa.

“Untuk La Ode Safiu, ini merupakan rising star, pendatang baru, tetapi mampu menunjukkan hasil yang luar biasa. Setelah mendapatkan pembinaan, termasuk latihan di Jakarta, hasilnya sangat menggembirakan,” tambah Kasrul.

Ia menegaskan, hasil MTQ Nasional XXXI menjadi evaluasi sekaligus motivasi bagi LPTQ Maluku untuk terus meningkatkan pembinaan tilawatil Qur’an secara berkelanjutan, sehingga ke depan semakin banyak putra-putri Maluku yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Kasrul juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Ibu Ketua TP-PKK, Bapak Wagub dan Ibu Hj. Rohani Vanath yang juga sebagai Ketua LASQI, Bapak Sekda dan Ibu Ketua Dharma Wanita, Bapak Kakanwil Kemenag, para pelatih, pendamping, orang tua, serta seluruh unsur yang bersama-sama mendukung perjalanan kafilah Maluku.

“Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan berjalan bersama hingga kafilah Maluku dapat tampil dan memberikan hasil terbaik di MTQ Nasional tahun ini,” ujarnya. (MTN)

banner 325x300